
Pulsar merupakan motor produksi BAJAJ yang sempat masuk dan menjual beberapa produk mereka di Indonesia. Beberapa produk mereka yang masuk di awal ada seri 125cc, 135cc, 180cc dan 220cc. Kemudian terakhir berkolaborasi dengan Kawasaki menjual seri Pulsar 200NS dengan tenaga 200cc-nya. Hingga pada akhirnya penjualan Bajaj tak berlanjut lagi di Indonesia.
Tak hanya itu layanan bengkel resmi Bajaj pun juga ikut tutup sehingga mempersulit pengguna pulsar untuk bisa servis dan mendapatkan spare part. Kondisi yang demikian membuat banyak penjual spare part pun menjual dengan harga tinggi. Tapi sebagai pengguna pulsar tak perlu khawatir. Selama bersabar dan cerdik, ya kita pakai aja part-part dari motor-motor lain yang bisa cocok ke pulsar kita.


Saya sendiri merupakan pengguna pulsar 135ls. Dulu saya beli bekas dari pemilik pertama. Mulai saya pakai sejak 2015. Ada banyak cerita suka dukanya selama beberapa tahun bersama. Perjalanan antar kota hingga provinsi sudah dijalani. Sebagai motor pertama yang saya miliki serta minimnya pengalaman terhadap motor membuat saya belajar banyak. Belum lagi kendala yang ditinggalkan pemilik sebelumnya yang dari cerita beliau dipakai dengan jam terbang tinggi namun perawatan yang kurang maksimal. Akhirnya memaksa diri untuk mandiri mencari informasi di forum-forum dan grup media sosial yang masih ada. Setiap servis ke bengkel selalu bertanya ke montir hal yang tidak saya tahu dan hal apa yang perlu untuk diservis selanjutnya terutama yang berkaitan dengan ganti spare part. Biasa saya lebih memilih beli sendiri di market place atau toko online menimbang harga yang saya dapat bisa lebih murah dan bisa siapkan jauh hari sebelum servis. Kalau beruntung bisa dapat bekas yang masih bagus juga di forum atau grup. Hanya kita harus sabar dan mau cari lebih lama. Biasa kendala di ongkir karena kebanyakan barang-barang dari pulau Jawa sedangkan saya di Sumatera.
Nanti di tulisan selanjutnya saya akan coba list beberapa spare part yang bisa jadi persamaan untuk pulsar khususnya 135LS karena memang tipe ini yang saya masih pakai hingga hari ini. Jadi gimana nih cerita kalian para pengguna pulsar? Yuk berbagi di kolom komentar.
Salam dua busi!
0 Komentar